Jumat, 05 April 2013
Andai HARI INI aku DIMAKAMKAN
Jumat, 25 Maret 2011
Orang-Orang Spesial
Tanpa sadar kita sering menunggu sesuatu yang sebenarnya setiap saat sudah ada di pelupuk mata kita sendiri. Sebagai contoh, coba mari kita lihat isi perabot rumah kita. Terutama untuk peralatan makan yang bagus-bagus atau yang paling bagus. Apakah setiap hari peralatan itu telah kita gunakan? Kalau sudah ya alkhamdulillah. Tetapi jika belum, kapan lagi kita akan menikmatinya. Apakah kita mesti menunggu orang-orang spesial dan/atau momen yang spesial untuk menggunakannya?. Hmm … Kalau begitu maka segera ambil, keluarkan dan gunakan semuanya hari ini juga. Lho kok ?
Ini faktanya. Anda kira siapakah orang-orang spesial yang kita tunggu selama ini. Siapa yang lebih spesial buat kita melebihi orang tua, anak dan istri/suami kita ?
Anda kira momen spesial apa yang kita tunggu selama ini ? Momen spesial model apalagi yang melebihi keindahan saat berkumpul dan bercanda ria dengan keluarga kita?
Ya. Memang begitulah adanya. Orang tua, anak dan istri/suami adalah orang-orang yang paling berhak mendapatkan segala sesuatu yang terbaik yang kita miliki. Merekalah orang-orang spesial yang sesungguhnya, yang setiap saat selalu menghadirkan momen-momen paling spesial dalam hidup kita. Mereka pula yang paling berhak atas kasih sayang kita, senyum dan keramahan kita, perlindungan kita, dan segala sesuatu yang baik-baik yang mampu kita berikan.
Oleh karena itulah, sekali lagi saya katakan, segera ambil dan keluarkan peralatan makan minum yang terbaik yang ada di rumah kita. Jadikan malam ini sebagai makan malam spesial, menggunakan peralatan spesial, bersama orang-orang paling spesial!
Ataukah kita lebih suka jika perabot mahal itu tetap hanya dinikmati oleh kecoa, tikus dan semut ???
just copas
Senin, 21 Maret 2011
Kisah Bijak Untuk Sepasang Kekasih
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.
Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan,mereka siap mendiskusikannya.
“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya,sekitar 3 halaman…
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…
“Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkan… ” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
“Sekarang gantian ya,engkau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi,dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk…
-----------------
just copast
Jumat, 05 Maret 2010
m.e.r.a.n.t.a.u
"Sesungguhnya aku melihat air yang tergenang dan terhenti memercikan bau yang tak sedap. Andaikan saja ia mengalir, air itu akan terlihat bening dan sehat. Sebaliknya, jika engkau biarkan air itu menggenang, ia akan membusuk".
"Emas bagaikan debu sebelum ditambang menjadi emas. Dan pohon cendana yang masih tertancap ditempatnya tak ubahnya pohon-pohon untuk kayu bakar". Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, kau akan temui derajat mulia di tempat yang baru, dan kau bagaikan emas yang sudah terangkat dari tempatnya.
Merantau membuat emas jiwa kita terasah dan mencapai ketinggian dengan lebih banyak belajar, menghadapi tantangan, dan lingkungan yang lebih siap menerima kita. Kacamata yang dipakai orang untuk melihat kita lebih jernih. Kadangkala mereka menempatkan sekaligus mengharapkan kita sebagai orang baik, sehingga doa mereka akhirnya menjadi kenyataan.
diambil dari catatan lama (07.03.2000)
Jumat, 08 Januari 2010
Membantu itu Membahagiakan
Setelah diadakan survey, peserta yang diberi uang untuk bersenang-senang tentu saja senang, ada juga yang biasa-biasa saja(wajarkan...ini tentu hal yang lumrah). Tapi hasil survey kepada peserta yang diberi uang untuk dihabiskan kepada hal-hal yang bersifat membantu orang lain ternyata perasaannya lebih bahagia.
Kita juga tahu ada kata bijak "memberi itu lebih baik dari pada....(tidak memberi tentunya..) dan tangan di atas lebih baik dari pada dibawah (menerima).
Nasehat buat kita semua...ayo..siapa yang pengin bahagia...atau lebih bahagia...banyak-banyaklah memberi atau membantu (tentu semampu kita ya..)
oleh-oleh ngaji